Keahlian Dunia Dengan Perangkat Online Yang Canggih

Senin, 23 Desember 2013
Kamera CCTV
Inggris Akan Luncurkan CCTV Super Canggih
Pemerintah Inggris berencana menerapkan sistem pengawasan baru menggunakan kamera CCTV super canggih. Kamera CCTV generasi baru ini dapat menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi dari jarak satu kilometer.
Seorang komisioner lembaga pengawasan Inggris, Andrew Rennison, mengatakan, kamera CCTV tersebut akan disebar di semua kota dan ditempatkan di fasilitas-fasilitas publik. Kamera CCTV dengan resolusi 16 megapixel itu tersambung langsung ke pusat data untuk mempermudah pencarian buronan dan sebagainya.
Ruang Closed Circuit Television (CCTV) di Stadion Hutnik
Ruang Closed Circuit Television (CCTV) di Stadion Hutnik, Krakow, Polandia, yang dipilih sebagai tempat latihan timnas Inggris di Piala Eropa 2012.
“Kamera CCTV itu mampu mengidentifikasi wajah orang dari jarak lebih dari setengah mil. Gambar dari kamera CCTV tersebut dapat dicocokkan dengan database orang-orang yang diinginkan,” kata dia seperti dilansir Press TV, Kamis (4/10).
Namun kebijakan itu mendapat tentangan dari sejumlah kalangan karena dianggap melanggar hak privasi publik. Terkait hal ini, Rennison pihaknya berencana menggelar konsultasi publik sebelum memasukkannya dalam pembahasan bersama parlemen.
“Kami sadar jika teknologi ini tidak diregulasi secara tepat, maka akan menimbulkan reaksi publik yang negatif,” ujarnya.
Kamera CCTV Ini Bisa Deteksi Rencana Jahat
Kejahatan tidak pernah diprediksi sebelum kejahatan itu terjadi. Jarang sekali polisi bisa memprediksi di mana kejahatan akan terjadi. Namun di masa depan, kemungkinan polisi bisa memonitor calon-calon tindak kejahatan, seperti di film Tom Cruise, Minority Report.
Militer AS tengah mendanai sebuah penelitian perangkat lunak yang mampu membaca pikiran setiap orang di jalanan. Perangkat lunak ini terhubung pada kamera pengintai Closed Circuit Television (CCTV) untuk melihat dan memprediksi apa yang akan dilakukan setiap orang sekitar.
Ilmuwan di Carnegie Mellon University Pittsburgh, Pennsylvania, telah mempresentasikan sebuah makalah yang menunjukkan bagaimana aktivitas ‘meramal melalui Closed Circuit Television (CCTV) ini bekerja.
Studi yang didanai U.S. Army Research Laboratory ini berfokus pada deteksi otomatis terhadap perilaku yang anomali dan mengancam. Perangkat lunak yang dinamai Mind’s Eye ini menggunakan infrastruktur tingkat tinggi yang disebut dengan ‘mesin kognitif’.
Sinyal juga akan menangkap berbagai sikap mencurigakan yang dilakukan setiap orang. Sinyal menangkap tingakan seperti berlari, menangkap, membawa, mengikuti, berlari, dan lain-lain. Rencananya perangkat Closed Circuit Television (CCTV) ini akan dipasang di stasiun, bandara, terminal serta di militer.
Jadi untuk penjahat dan calon penjahat, mulai hari ini harus berhati-hati dengan niat dan tindakan. Kalau tidak, bui menanti.
Satu alasan kuat mengapa kamera CCTV diperlukan yaitu untuk sarana pengamanan, Kamera CCTV tidak dapat mencegah kejahatan namun dari hasil rekaman Kamera CCTV kita dapat mengetahui modus suatu kejahatan dan dapat mengantisipasinya di lain waktu. Channel CCTV memberikan kemudahan kepada anda untuk memiliki perangkat kamera CCTV dengan Paket CCTV Murah atau Paket CCTV Custom.
https://vatikanot.blogspot.com/2013/12/keahlian-dunia-dengan-perangkat-online.html

Analisa kesehatan

Senin, 04 November 2013

Mengenal Lebih Dekat Tentang T.O.R.C.H

Hingga saat ini penyakit dan kematian ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan yang penting di Indonesia; hal ini tentu saja terkait tidak hanya dengan isu kesehatan saja, tetapi juga dengan masalah-masalah sosial lainnya.
Ibu hamil dengan kandungannya sangat rentan akan penyakit menular dan berbagai infeksi. Itu wajar terjadi karena ibu hamil termasuk dalam kelompok dengan kesehatan yang cukup rentan selain bayi, balita, ibu bersalin dan ibu menyusui. Di antara penyakit dan infeksi tersebut memang tidak secara langsung kelangsungan hidup sang ibu , namun justru sangat berpotensi untuk menimbulkan akibat yang fatal pada kandungan dengan dampak antara lain aborsi, pertumbuhan janin yang terhambat, cacat bawaan hingga bayi mati dalam kandungan. Oleh karena itu diharapkan ibu hamil diharapkan mendapatkan pelayanan pra-persalinan minimal sebanyak empat kali yaitu sekali pada triwulan pertama dan ke dua serta dua kali pada triwulan ke tiga. Pelayanan ini meliputi penimbangan berat badan, penimbangan tinggi badan, pemberian imunisasi toksoid tetanus (TT), pemberian tablet penambah zat besi dalam darah dan pengukuran rahim (fundus uteri).
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sebuah Poliklinik Kebidanan di Denpasar, dari 100 sampel yang diambil secara acak pada bulan Maret s/d Juli 1997 dengan umur ibu termuda 17 tahun dan yang tertua 40 tahun, seluruhnya pernah mengalami infeksi salah satu unsur TORCH dan seluruhnya (100%) tanpa gejala. Seluruh ibu hamil termasuk kategori kelompok ekonomi cukup/tidak lemah dan 75% mengaku melakukan kontak baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan kucing atau hewan peliharaan lainnya yang berbulu, 22% mengaku suka makan sayur mentah dan sangat sedikit (sekitar 1&) yang suka makan daging mentah atau setengah matang. Data ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius akan infeksi TORCH. Namun apakah yang dimaksud dengan TORCH?
TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex) adalah penyakit yang terdapat di dalam rahim (intrauterin) yang didapat pada masa kandungan lebih dari 28 minggu hingga 7 hari sebelum melahirkan atau dapat disebut juga perinatal. Penyakit infeksi ini sudah cukup lama dikenal dan sering dikaitkan dengan hal-hal diatas. Mari kita bahas satu persatu.
Infeksi Toxoplasma pada trimester pertama kehamilan dapat menjangkit sekitar 18% janin dengan akibat aborsi, kematian janin dalam kandungan dan cacat bawaan, resiko gangguan perkembangan susunan saraf, serta retardasi mental. Infeksi saat trimester kehamilan berikutnya dapat menyebabkan retinitis (radang pada retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan) dan hidrosefalus.
Infeksi Rubella (campak jerman) berdampak akan retardasi mental, katarak kejadian pertumbuhan bayi yang terhambat dan tuli.
Infeksi cytomegalovirus erat kaitannya dengan bobot lahir rendah, mengalami pengapuran pada sistem intrakranial, dan hepatosplenomegali (pembengkakan hati dan limfa).
Infeksi herpes simpleks memiliki dampak pembengkakan hati dan limfa (hepatosplenomegali), infeksi pada selaput meningen, pengecilan kepala dan peradangan pada lapisan tengah dinding jantung (miokarditis).
Untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil terdiagnosis TORCH dapat dilakukan dengan berbagai cara beberapa di antaranya adalah dengan pemeriksaan apakah terdapat kiste pada plasenta sang ibu, melakukan inokulasi serta isolasi, dengan menggunakan metode pemeriksaan menggunakan cairan amnion, reaksi berantai polimerasi hingga ke kultur jaringan. Cara yang umum digunakan dan mudah adalah pemeriksaan serologis yaitu pemeriksaan yang menggunakan serum. Infeksi TORCH hanya dapat dilakukan secara serologis dengan mengukur kadar antibodi Immunoglobin G (IgM) dan immunoglobin G (IgG). Terdapatnya IgM menunjukkan bahwa infeksi masih berada pada tahap awal dan tahap aktif sedangkan adanya IgG menunjukkan bahwa ibu hamil sudah memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut. Sayangnya pemeriksaan TORCH pada ibu hamil biayanya cenderung mahal. Itulah kendala yang dihadapi oleh ibu hamil dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu. Oleh sebab itu pemerintah hingga kini masih terus mengupayakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lalu bagaimana cara mencegah supaya orang-orang terdekat kita tidak terjangkit infeksi TORCH? Berikut tips-tipsnya:
-Masaklah daging hingga matang betul
-Gunakan sarung tangan baik saat memberi makan maupun membersihkan kotoran hewan peliharaan anda dan jagalah agar tempat di sekeliling kita tidak tercemar kotoran hewan.
-Mintalah vaksin rubela.
-Jagalah kebersihan pada saat sanitasi
-Konsultasikan pada dokter anda jika anda hendak mendapatkan transfusi darah.
-Menjaga kebersihan perseorangan, menggunakan kondom dalam aktifitas seksual.
Banyak penyakit infeksi yang didapat pada masa perinatal yang dapat berakibat fatal bagi janin maupun bayi sehingga diperlukan tindakan yang tepat oleh wanita hamildan keluarga hingga pemerintah supaya kelangsungan hidup generasi mendatang dapat menjadi lebih baik.
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/analisa-kesehatan.html

Ilmu Kesehatan Masyarakat


Kesehatan masyarakat sebagai studi yang mengembangkan pengetahuan mengenai cara mengatasi dan mencegah penyakit, memperpanjang umum dan meningkatkan kesehatan dengan upaya-upaya pengorganisiran masyarakat untuk membangun lingkungan yang sehat, khususnya dalam masalah sanitasi, memberantas epidemi penyakit, mendidik masyarakat dalam masalah kesehatan dan lain sebagainya.
Ilmu kesehatan masyarakat telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Di dalam masyarakat Yunani, berkembang cerita mitos (mitologi) tentang pasangan suami isteri Asclepius dan Higeian. Mereka berdua adalah pakar kesehatan yang memiliki dua pendekatan yang berbeda. Asclepius mengobati penyakit dengan cara pembedahan dan pengobatan. Sedangkan Hiegeia mengajarkan cara mencegah penyakit, makan sehat, dan menghindari makanan/minuman yang mengandung racun.
Dari cerita Asclepius dan Higeia muncul dua pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan, yakni:
1. Kelompok atau aliran yang cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), selanjutnya disebut sebagai pendekatan kuratif (pengobatan), misalnya dokter, dokter gigi, psikiater, dan praktisi lainnya.
2. Kelompok atau aliran yang cenderung melakukan upaya pencegahan penyakit (preventive health care) dan meningkatkan kesehatan sebelum terjadinya penyakit. Yang termasuk dalam kelompom ini adalah para pakar atau praktisi kesehatan yang biasanya pekerja sebagai petugas penyuluh kesehatan.
Dua jenis aliran atau pendekatan di atas tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kesehatan masyarakat tidak bisa bertumpu pada pendekatan kuratif (penyembuhan) saja karena pendekatan tersebut bersifat reaktif dan parsial. Pasien ditangani ketika sudah terjadi penyakit (reaktif) dan hanya menangani pada bagian tubuh (organ) tertentu yang sakit padahal tubuh manusia adalah stau kesatuan biologis.
Sebagai suatu ilmu, kesehatan masyarakat memiliki pilar utama, yakni sebagai berikut:
1. Epidemiologi
Epidemiologi adalah studi mengenai penyakit menular atau epidemi. Saat ini, Epidemiologi tidak hanya dianggap kajian mengenai penyakit menular, tetapi mengenai penyebaran penyakit secara umum dalam konteks lingkungan tertentu.
2. Biostatistika/statistik kesehatan
Statistik kesehatan merupakan kajian statistik dalam bidang kesehatan. Sebagaimana halnya ilmu statistik, statistik kesehatan mengumpulkan, mengompilasi, mengolah dan menginterpretasi fakta numerik dalam masalah kesehatan. Statistik dalam bidang kesehatan digunakan untuk menilai kesehatan masyarakat secara umum maupun kesehatan individu.
3. Kesehatan lingkungan
Kesehatan lingkungan merupakan suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang baik dan optimal sehingga dapat berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang baik pula.
4. Pendidikan dasar dan ilmu perilaku
Pendidikan kesehatan penting untuk menunjang program-program kesehatan yang lain. Banyak sekali pelayanan kesehatan yang tidak dibarengi dengan pendidikan kesehatan sehingga masyarakat tidak memiliki pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dengan cara menanamkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat. Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh kepada perilaku sebagai hasil jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya perilaku kesehatan akan meningkatkan indikator dan statistik kesehatan.
5. Manajemen kesehatan masyarakat
Dalam kegiatan apa saja, kegiatan harus memiliki pengaturan agar mencapai hasil yang efektif. Demikian pula halnya dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang memerlukan pengaturan yang baik agar tujuan program kesehatan dapat tercapai dengan baik. Proses pengaturan tersebut dinamakan sebagai manajemen.
6. Gizi Masyarakat
Gizi mempelajari mengenai cara makan yang benar dan sehat dengan mengetahui jenis makanan dan jumlah kalori yang tepat. Dewasa ini, banyak penyakit kekurangan gizi atau gizi buruk yang bisa ditemukan di dalam masyarakat. Hal itu adalah cerminan lemahnya kesadaran masyarakat akan gizi.
7. Kesehatan kerja
Kesehatan kerja merupakan bagian dari kesehatan masyarakat atau aplikasi kesehatan masyarakat dalam suatu masyarakat pekerja dan masyarakat lingkungannya. Kesehatan kerja bertujuan untuk memperoleh level kesehatan yang setinggi-tingginya, secara fisik, mental, dan sosial bagi kelompok masyarakat pekerja dan lingkungan dalam suatu perusahaan melalui upaya pencegahan, kampanye dan kuratif untuk mengatasi penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan yang timbul akibat masalah kesehatan dan lingkungan tempat kerja.
Secara garis besar, upaya penerapan ilmu kesehatan masyarakat yakni sebagai berikut:
a. Memberantas penyakit, baik yang menular maupun tidak.
b. Memperbaiki sanitasi atau kebesihan lingkungan.
c. Memperbaiki pemukiman agar lebih sehat dan bersih.
d. Pendidikan (penyuluhan) mengenai kesehatan kepada masyarakat.
f. Melayani ibu dan anak secara khusus untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak.
g. Membina gizi masyarakat secara baik dan tepat.
h. Mengawasi sanitasi di tempat umum.
i. Mengawasi obat-obatan, makanan dan minuman.
j. Melibatkan masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam membangun kesehatan masyarakat.
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/ilmu-kesehatan-masyarakat.html

Cabang-cabang Ilmu Biologi

Biologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan suatu organisme meliputi struktur, fungsi, perkembangan, penyebaran dan pengelompokannya. Biologi sendiri berasal bahasa latin yang terdiri dari dua kata yakni Bios dan Logos, masing-masing memiliki arti : “kehidupan” dan “ilmu”.
Biologi terbagi menjadi beberapa disiplin ilmu yang terdiri dari cabang-cabang ilmu Biologi. Banyaknya cabang ilmu biologi serta kompleksnya masing-masing ilmu menunjukan betapa luas dan dalamnya ilmu ini. Saat ini akan dibahas secara singkat tentang beberapa pengertian tentang cabang ilmu Biologi.
  • Aerobiologi – ilmu yang mempelajari tentang semua jenis partikel organik yang melayang
  • Anatomi – ilmu yang mempelajari bentuk dan fungsi tubuh pada tumbuhan, hewan, dan organisme lainnya, atau pada manusia secara spesifik
  • Arachnologi – ilmu yang mempelajari tentang laba-laba
  • Astrobiologi – ilmu yang mempelajari tentang evolusi, penyebaran, dan masa depan suatu kehidupan, disebut juga eksobiologi, eksopaleontologi dan bioastronomi
  • Biokimia – ilmu yang mempelajari reaksi kimia yang diperlukan suatu kehidupan untuk tetap ada dan berfungsi, biasanya terpusat pada organisme sel
  • Biogeografi - ilmu yang mempelajari tentang penyebaran suatu spesies di suatu tempat yang sifatnya sebagian atau sementara
  • Biofisika - ilmu yang mempelajari biologi melalui proses fisis dengan menerapkan metode dan teori yang digunakan pada ilmu fisika
  • Biologi Konservasi - ilmu yang mempelajari tentang preservasi, perlindungan dan pemulihan lingkungan alami, ekosistem, vegetasi dan sel hidup
  • Biologi Kelautan - ilmu yang mempelajari tentang ekosistem laut
  • Biologi Molekuler - ilmu yang mempelajari tentang fungsi biologis pada tahap molekul. Kadang bersinggungan dengan biokimia
  • Bioteknologi – cabang ilmu biologi yang mempelajari manipulasi benda hidup seperti modifikasi genetik dan biologi sintetis
  • Biologi Sel - ilmu yang mempelajari tentang sel sebagai sebuah unit, serta interaksi molekul dan kimia yang terjadi di dalamnya
  • Biologi Sintetis - ilmu yang mempelajari tentang integrasi biologi dengan sistem mekanis
  • Botani –  ilmu yang mempelajari tentang tanaman
  • Cryobiologi - ilmu yang mempelajari tentang efek akan suhu rendah pada mahkluk hidup
  • Ekologi - ilmu yang mempelajari tentang hubungan mahkluk hidup satu dengan lainnya dan dengan elemen alam di habitatnya
  • Embriologi - ilmu yang mempelajari tentang perkembangan suatu embrio
  • Enzimologi - ilmu yang mempelajari tentang enzim
  • Epidemiologi - ilmu yang mempelajari tentang cara penularan penyakit
  • Entomologi - ilmu yang mempelajari tentang serangga
  • Epidemiologi - ilmu yang mempelajari tentang penelitian kesehatan umum, mempelajari faktor yang mempengaruhi populasi kesehatan
  • Etologi -  ilmu yang mempelajari sifat hewan
  • Farmakologi - ilmu yang mempelajari aplikasi, persiapan, penggunaan dan efek obat dan pengobatan sintetis 
  • Fisiologi - ilmu yang mempelajari  fungsi organisme mahkluk hidup serta bagian dari mahkluk hidup
  • Fitopatologi - ilmu yang mempelajari penyakit pada tanaman (juga disebut Patologi Tanaman)
  • Hematologi - ilmu yang mempelajari tentang darah
  • Herpetologi - ilmu yang mempelajari reptil dan amfibi
  • Histologi - ilmu yang mempelajari tentang jaringan, sebuah cabang anatomi mikroskopis
  • Icthiologi – ilmu yang mempelajari tentang ikan
  • Imunologi - ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan tubuh
  • Kardiologi - ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah meliputi struktur, cara kerja dan pengobatannya
  • Mammalogi – ilmu yang mempelajari tentang mamalia
  • Mikrobiologi - ilmu yang mempelajari tentang organisme mikroskopik dan hubungannya dengan mahluk hidup lainnya
  • Morfologi - ilmu yang mempelajari bentuk atau ciri luar suatu organisme
  • Mikologi – ilmu yang mempelajari tentang jamur
  • Onkologi - ilmu yang mempelajari tentang kanker, termasuk virus dan mutasinya
  • Onthogeni -Ilmu yang mempelajari perkembangan makhluk hidup mulai dari zigot hingga menjadi dewasa
  • Ornitologi - ilmu yang mempelajari tentang burung
  • Paleontologi - ilmu yang mempelajari tentang fosil dan kehidupan prasejarah
  • Patologi - ilmu yang mempelajari tentang penyebab, proses dan perkembangan suatu penyakit
  • Parasitologi - ilmu yang mempelajari tentang parasit
  • Protozoologi - cabang studi biologi yang mendalami protozoa
  • Primatologi - ilmu yang mempelajari mengenai primata
  • Pulmonolgi - cabang ilmu biologi yang mempelajari  paru-paru
  • Radiologi – ilmu yang mengamati bagian internal tubuh manusia menggunakan gelombang radiasi, gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
  • Sitologi - ilmu yang mempelajari tentang sel
  • Taksonomi - ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan mahluk hidup
  • Virologi - ilmu yang mempelajari tentang virus
  • Zoologi - ilmu yang mempelajari tentang hewan termasuk klasifikasi, fisiologi, perkembangan dan sifatnya (Entmologi, Etologi, Mammalogi dan lainnya termasuk cabang ini)
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/cabang-cabang-ilmu-biologi.html

Pelajaran

Pelajaran adalah sebuah cara untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berguna bagi kehidupan kita. Seperti halnya pengalaman. Perbedaannya terletak pada kejadian yang kita alami. Kalau pelajaran, ini didapatkan sebelum kita melakukan sesuatu. Sedangkan pengalaman, didapatkan setelah kita melakukan sesuatu, seperti kita datang ke tempat yang belum pernah kita datangi sama sekali, atau mungkin kita melakukan suatu kesalahan. Pelajaran umumnya berupa tindakan yang nyata. Seperti belajar, berlatih, ataupun juga bermain. Pelajaran di sini dalam konteks masyarakat tentunya.
Kalau kita berbicara pelajaran dalam konteks pendidikan, sangat berbeda tentunya. Kita mengenal pelajaran matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, TIK, fisika, biologi, kimia, sejarah, geografi, sosiologi, dan masih banyak pelajaran lainnya. Sekolah berfungsi juga sebagai sarana pembekalan kehidupan kita dengan menggunakan ilmu yang notabenenya merupakan hal yang meningkatkan tingkat intelektual kita. Kita dapat melihat bagaimana dunia ini terjadi, mobil dapat bergerak, penyebab kita bisa hidup, dan perhitungan matematis yang membuat semua itu pasti dan bukan ilmu kira – kira.
Pelajaran
Pelajaran
Dari kecil dan jauh sebelum memasuki bangku sekolah, terlebih dahulu kita diajarkan pelajaran tentang ilmu yang tidak bisa kita dapatkan dimana pun, yaitu di keluarga yang mana mengajarkan kesopanan, keagamaan, kerajinan, dan masih banyak ilmu yang membuat diri kita tidak bisa seenaknya saja menjalani kehidupan ini, harus ada peraturan agar kita tidak masuk ke jurang kesalahan yang lebih dalam. Ketika kita berada di sekolah, banyak sekali sebenarnya tujuan yang harus kita capai. Sadar ataupun tidak, itu mempengaruhi kelakuan kita di kemudian hari. Lalu, ketika kita mendapatkan suatu pelajaran dari setiap mata pelajaran, seorang siswa umumnya diharuskan mempraktikannya ataupun mencobanya di rumah, gunanya agar siswa tidak cepat lupa terhadap informasi yang sudah disampaikan di sekolah. Tetapi terkadang, siswa terlalu sibuk dengan dunianya, khususnya bagi mereka yang masih terlihat kekanak – kanakan.  Biasanya, hal yang kita dapatkan dari satu pelajaran berbeda dengan pelajaran lainnya. Bacalah bidang studi berikut ini.
  • Agama, mempelajari tentang keagamaan, seperti normanya, tata ibadahnya, dan lain lain.
  • Bahasa Indonesia, berisi tentang pemahaman bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, kita diajarkan untuk membuat proposal yang menggunakan EYD dan sesuai kerangkanya, tidak hanya itu saja membuat pantun dan puisi, puisi lama dan sastra melayu pun dapat dipelajari.
  • Matematika, mempelajari tentang penghitungan menggunakan rumus yang sudah tersedia agar tercipta hasil yang sesuai dan pasti. Tetapi, pelajaran ini cukup sulit untuk ditaklukan materi demi materinya.
  • Bahasa Inggris, belajar tentang bahasa yang dipakai di Inggris, akan tetapi bahasa baku bukan bahasa sehari – hari. Sebagian orang mengklaim bahwa dengan berbahasa Inggris kita dapat mengelilingi dunia. Sebagian besar berhasil tetapi sebagian tidak.
  • Fisika, mempelajari tentang ilmu fisis sehari hari, seperti menghitung kecepatan, jarak fokus, suhu, waktu paruh, dan sebagainya.
  • Kimia, sebenarnya tidak jauh berbeda antara ilmu kimia dan fisika. Hanya saja, yang dipelajari dalam ilmu kimia adalah ikut campurnya suatu molekul ke dalam suatu percobaan kita. Seperti proses bijih besi menjadi besi, air menjadi beracun, proses terbentuknya nuklir, dan berbagai molekul lainnya.
  • Geografi, ilmu yang mempelajari tentang bumi.
  • Sosiologi, ilmu yang mempelajari kehidupan sosial.
  • Sejarah, ilmu yang mempelajari tentang kehidupan masa lalu. Tentang perang, tentang kerajaan, dan sebagainya.
  • Ekonomi, mempelajari tentang keuangan.
  • Kewarganegaraan, tentang undang – undang, dan berbagai peraturan tentang berwarganegara lainnya.
Kiat sukses belajar.
  • Review kembali materi yang telah diberikan di sekolah
  • Gunakan SKS (sistem belajar kebut semalam) apabila terpaksa, jika tidak latihlah kembali pemahaman anda dengan menggunakan waktu yang lebih luas. Misalkan seminggu kedepan ulangan semester, jangan gunakan SKS apabila tidak terpaksa. Biasanya, semeinggu sebelumnya guru mengurangi materi pelajaran bahkan meliburkan anak didiknya, gunakan waktu ini.
  • Jangan mudah menyerah
  • Tanamkan prinsip untuk mendapatkan ilmu, bukan untuk mendapatkan nilai. Karena kita sekolah bukan untuk mencari pion dan bukan untuk mencari gengsi, melainkan mencari ilmu. Di luar sana bukanlah nilai yang diadu, melainkan tingkat pemahaman anda.
  • Gunakan waktu seefisien mungkin. Jangan terlalu dipaksakan, apabila anda sudah cukup mengerti tugas anda selanjutnya mereview kembali. Lalu, lakukan proses cool down terhadap otak kita.
  • Bertanya selalu kepada orang yang lebih mengerti pelajaran yang sedang kita hadapi.
  • Berdoalah selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dialah yang menentukan kesuksesan kita. Kita hanya berusaha.
 Kata kunci:
  • Pelajar adalah(1)
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/pelajaran.html

Kimia

Kimia berasal dari Bahasa Yunani , yaitu Khemia yang artinya perubahan benda atau zat. Maka itu , dapat disimpulkan bahwa kimia adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari mengenai komposisi, struktur dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi antar zat yang menyebabkan pembentukan materi yang kita temukan sehari-hari.
Pelajaran IPA
Pelajaran IPA
Konsep dasar kimia antara lain Tata nama senyawa ,ion , atom , unsur , senyawa, molekul , zat kimia, ikatan kimia, wujud zat atau fase zat , reaksi kimia, kimia kuantum dan hukum kimia. 
Biologi
Biologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu. Dari kata ini, Biologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Objek biologi mencakup makhluk hidup dan aspek kehidupannya
Berbagai Cabang biologi mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti contohnya:
a.Zoologi atau ilmu yang mempelajari tentang kehewanan atau binatang binatang
b.Botani atau ilmu yang mempelajari tentang tumbuh tumbuhan
c.Mikrobiologi atau ilmu yang mempelajari tentang jasad renik atau mikroorganisme
Tidak hanya organismenya , tetapi biologi juga mempelajari sistem kehidupan makhluk hidup atau aspek kehidupan makhluk hidup, seperti contoh:
a.Anatomi atau ilmu yang mempelajari tentang sistem organ tubuh makhluk hidup (Contoh : sistem ekskresi , respirasi)
b.Morfologi atau ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk makhluk hidup (Contoh : ikan punya sirip)
c.Fisiologis atau ilmu yang mempelajari tentang fungsi dari makhluk hidup tersebut (Contoh , cacing menyuburkan tanah)
Biologi juga mempelajari tentang revolusi makhluk hidup. Seperti contohnya, ketika metamorfosis kupu-kupu terjadi. Perubahan dari telur ke pupa,lalu pupa ke ulat hingga ulat menjadi kupu-kupu merupakan salah satu terjadinya revolusi makhluk hidup. Hewan dan manusia pun mengalami fase itu. Revolusi makhluk hidup bisa disebut pertumbuhan makhluk hidup atau berkembang biaknya makhluk hidup.
Biologi ini merupakan materi yang penting , tidak hanya bagi orang orang yang mempelajari pelajaran IPA saja , murid IPS juga setidaknya , perlu mengerti konsep dasar biologi.Untuk yang bercita cita menjadi dokter , biologi amat di rekomendasikan untuk dipelajari dan dikuasai
Ilmuwan-ilmuwan biologi yang terkenal , antara lain Alexander Fleming(penemu penisilin) , Arisoteles(Filsuf dan Ilmuwan Biologi), Charles Darwin (Penemu teori revolusi makhluk hidup),Louis Pasteur(Penemu teori Pasteurisasi), Leonardo Davinci(Seniman) , dan Thomas Raffles (Penemu bunga raksasa , Rafflesia arnoldi)
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/kimia.html

Pelajaran IPA

Dalam kurikulum pelajar Siswa Menengah Atas (SMA) , ada 2 kelas yang berbeda yang dapat dimasuki oleh murid murid sekolah SMA . 2 jurusan itu yakni IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
Dalam artikel ini , saya akan membahas mengenai materi pelajaran yang hanya di bahas di Jurusan IPA. Materi pelajaran itu adalah Fisika , Kimia , dan Biologi.
Fisika 
Fisika berasal dari Bahasa Yunani yaitu Fysikos yang artinya alamiah. Ilmu Fisika mempelajari mengenai gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Jika dilihat secara seksama , Fisika terlihat seperti ilmu yang kurang penting, karena terlalu memperkirakan sesuatu yang jika di lihat lihat tidak perlu dipermasalahkan. Perlu kita ketahui , Fisika ini amat berperan dalam kehidupan kita. Andai saja tidak ada fisika, benda benda mati yang bisa membantu pekerjaan manusia tidak akan tercipta.
Para ahli fisika pun mempelajari sifat dan perilaku benda yang sangat beragam , mulai dari partikel yang membentuk suatu kesatuan benda , hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan benda langit.
Jika kita mempelajari fisika , kita juga akan mempelajari sifat seluruh benda yang ada disekitar kita. Sifat-sifat benda tersebut biasa dirumuskan dalam suatu hukum , seperti contoh hukum kekekalan , hukum Archimedes, Hukum Newton , Hukum Pascal,Hukum Kirchoff dan sebagainya. Hukum-hukum ini juga biasa disebut Hukum fisika
Fisika sangat erat hubungannya dengan matematika. Banyak Teori fisika yang dinyatakan dalam notasi matematis , dan biasanya, matematika dalam Fisika lebih sulit dibanding matematika pada umumnya . Beda antara keduanya adalah fisika berkaitan dengan dunia material , sedangkan matematika lebih mengarah kearah pola-pola abstrak
Ahli-ahli fisika yang terkenal , antara lain Galileo Galilei(ahli astronomi) , Isacc Newton(teori gravitasi),Michael Faraday , James Joule(Listrik), Archimedes(disebut sebagai Bapak IPA Eksperimental).
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/pelajaran-ipa.html

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar
(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
A.
Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang
alam secara sistematis, sehingga
IPA bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta-fakta, kons
ep-konsep, atau prinsip-prinsip saja
tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat
menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam
sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam
kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian
pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan
memahami alam sekitar secara ilmiah.
Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri
dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia
melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan
IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap
lingkungan. Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan pembelajaran
Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada
pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan
konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.
Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (
scientific
inquiry
) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah
serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh
karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman
belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan
proses dan sikap ilmiah.
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi
Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan
standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan
menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan.
Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk
membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang
difasilitasi oleh guru.
B. Tujuan
Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut.
1.
Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya
2.
Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang
bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3.
Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya
hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan
masyarakat
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/mata-pelajaran-ilmu-pengetahuan-alam.html

Kecenderungan pendidikan IPA/sains di Indonesia:

  • Pendidikan hanya beriorientasi pada tes/ujian.
  • Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi pada tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  • Pendidikan lebih bersifat teacher-centered, guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual.
  • Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah, peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya.
  • Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu, sarana, lingkungan belajar, dan jum-lah peserta didik per kelas yang terlalu banyak.
  • Evaluasi yang dilakukan hanya berorientasi pada produk belajar yang berkaitan dengan domain kognitif dan tidak menilai proses.
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/kecenderungan-pendidikan-ipasains-di.html

PENDIDIKAN IPA

IPA adalah studi mengenai alam sekitar, dalam hal ini berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Cain & Evans (1990) menyatakan bahwa IPA mengandung empat hal yaitu: kon-ten atau produk, proses atau metode, sikap, dan teknologi.
IPA sebagai konten dan produk mengandung arti bahwa di dalam IPA terdapat fakta-fakta, hukum-hukum, prinsip-prinsip, dan teori-teori yang sudah diterima kebenarannya. IPA sebagai proses atau metode berarti bahwa IPA merupakan suatu proses atau metode untuk mendapatkan pengetahuan. IPA sebagai sikap berarti bahwa IPA dapat berkembang karena adanya sikap tekun, teliti, terbuka, dan jujur. IPA sebagai teknologi mengandung pengertian bahwa IPA terkait dengan peningkatan kualitas kehidupan. Jika IPA me-ngandung keempat hal tersebut, maka dalam pendidikan IPA di sekolah seyogyanya siswa dapat mengalami keempat hal tersebut, sehingga pemahaman siswa terhadap IPA menjadi utuh dan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan hidupnya.
Pendidikan IPA
Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompe-tensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk “mencari tahu” dan “berbuat” sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam menyajikan pendidikan IPA adalah memadukan antara pengalaman proses IPA dan pemahaman produk serta teknologi IPA dalam bentuk pengalaman langsung yang berdampak pada sikap siswa yang mempelajari IPA.
Fungsi Mata Pelajaran IPA
Fungsi Mata Pelajaran IPA dalam Depdiknas (2004) adalah:
  • Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
  • Mengembangkan keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah.
  • Mempersiapkan siswa menjadi warganegara yang melek IPA dan teknologi.
  • Menguasai konsep IPA untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
 Tujuan Pendidikan IPA
Tujuan pendidikan IPA adalah sebagai berikut:
  • Menanamkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
  • Memberikan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, prinsip dan konsep IPA, serta keterkaitannya dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
  • Memberikan pengalaman kepada siswa dalam merencanakan dan melakukan kerja ilmiah untuk membentuk sikap ilmiah.
  • Meningkatkan kesadaran untuk memelihara dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam.
  • Memberikan bekal pengetahuan dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
  • Lebih jauh diungkapkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pendidikan IPA berorientasi pada siswa. Peran guru bergeser dari menentukan “apa yang akan dipelajari” ke “bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa”. Pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan, dan nara sumber lain.
Ada enam pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan IPA, yaitu:
  • Empat pilar pendidikan (belajar untuk mengetahui, belajar untuk berbuat, belajar untuk hidup dalam kebersamaan, dan belajar untuk menjadi dirinya sendiri).
  • Inkuiri IPA.
  • Konstruktivisme.
  • Sains (IPA), lingkungan, teknologi, dan masyarakat (Salingtemas).
  • Penyelesaian Masalah.
  • Pendidikan IPA yang bermuatan nilai.
Jadi seorang guru IPA seharusnya terbiasa memberikan peluang seluas-luasnya agar siswa dapat belajar lebih bermakna dengan memberi respon yang mengaktifkan semua siswa secara positif dan edukatif.
Seiring dengan pendekatan yang seharusnya dilakukan, maka penilaian tentang kemajuan belajar siswa seharusnya dilakukan selama proses pendidikan. Penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir periode tetapi dilakukan secara terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pendidikan dalam arti kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan hanya hasil (produk). Penilaian IPA didasarkan pada penilaian otentik yang dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: tes perbuatan, tes tertulis, pengamatan, kuesioner, skala sikap, portofolio, hasil proyek. Dengan demikian, lingkup penilaian IPA dapat dilakukan baik pada hasil belajar (akhir kegiatan) maupun pada proses perolehan hasil belajar (selama kegiatan belajar).
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/pendidikan-ipa.html

Narkoba

Pengertian

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:
  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Penyebaran

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.[rujukan?] Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.[rujukan?] Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan[rujukan?], namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.[rujukan?] Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Kelompok Berdasarkan Efek

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
  • Halusinogen, yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya kokain & LSD.
  • Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
  • Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
  • Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.
  • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Jenis

  • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
  • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
  • Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
  • Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
  • Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.
Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi;

Narkotika

Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:

Psikotropika

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:
Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

Zat adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/narkoba.html

Hukum Pewarisan Mendel

Hukum pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya 'Percobaan mengenai Persilangan Tanaman'. Hukum ini terdiri dari dua bagian:
1. Hukum pemisahan (segregation) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Pertama Mendel, dan
2. Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel.

1.Hukum segregasi (hukum pertama Mendel)

       Dikenal juga sebagai hukum segregasi yang menerangkan Bahwa “dua gen yang sealel akan berpisah saat pembetukan gamet” .Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas itu dikenal sebagai segregasi gen. Dengan demikian setiap sel gamet hanya mengandung satu gen dari alelnya. Pada waktu fertilisasi, sperma yang jumlahnya banyak bersatu secara acak dengan ovum untuk membentuk individu baru. Mengenai hukum Mendel 1 ini dapat Anda kaji dari persilangan monohibrida pada uraian verikut:
    Mendel melakukan percobaan selama 12 tahun. Dia menyilangkan (mengawin silang) sejenis buncis dengan memerhatikan satu sifat beda yang menyolok. Misalnya, buncis berbiji bulat disilangkan dengan buncis berbiji keriput, buncis dengan biji warna kuning disilangkan dengan biji warna hijau, buncis berbunga merah dengan bunga putih, dan seterusnya.
      Untuk memudahkan mempelajarinya, tiap-tiap persilangan diberi simbol. Pada saat menyilangkan, tanaman induk diberi notasi P (singkatan dari parental=induk). Keturunan 1 (keturunan pertama) yang dihasilkan disebut F1 (singkatan dari filial = keturunan). Untuk mendapatkan keturunan 2 (F2) dilakukan persilangan antar sesama F1. caranya, Mendel menanam tumbuhan F1 yang disilangkan dengan tumbuhan F1 yang lain.
Sifat Beda
Induk=Parental (P)
Banyaknya Individu
Perbandingan
F1
F2
Biji Bulat X Keriput
Semua bulat
5474 bulat : 1850 keriput
2,96 : 1
Biji Kuning X Hijau
Semua kuning
6022 kuning : 2001 hijau
3,01 : 1
Bunga Merah X Putih
Semua merah
705 merah : 224 putih
3,15 : 1
Polong Gembung X Kurus
Semua gembung
882 gembung : 299 kurus
3,95 : 1
Polong Hijau X Kuning
Semua hijau
428 hijau : 152 kuning
2,82 : 1
Bunga Aksial X Terminal
Semua aksial
651 aksial : 207 terminal
3,14 : 1
Batang Panjang X Pendek
Semua panjang
787 panjang : 277 pendek
2,84 : 1
Perbandingan antara B (warna coklat), b (warna putih), S (buntut pendek), dan s (buntut panjang) pada generasi F2
       Hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin), kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya.
Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:
1. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w dalam gambar di sebelah), dan alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R).
2. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan (misalnya ww dalam gambar di sebelah) dan satu dari tetua betina (misalnya RR dalam gambar di sebelah).
3. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda (Sb dan sB pada gambar 2), alel dominan (S atau B) akan selalu terekspresikan (nampak secara visual dari luar). Alel resesif (s atau b) yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya.

2.Hukum asortasi bebas (hukum kedua Mendel) 

    Dikenal juga sebagai Hukum Asortasi atau Hukum Berpasangan Secara Bebas, yang menyatakan bahwa “Gen yang telah terpisah tersebut akan bergabung dengan gen dari induk lain pada saat pekawinan”.  Menurut hukum ini, setiap gen/sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain. Meskipun demikian, gen untuk satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat yang lain yang bukan termasuk alelnya.
    Hukum kedua Mendel menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling mempengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan e.g. tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling mempengaruhi.
    Seperti nampak pada gambar 1, induk jantan (tingkat 1) mempunyai genotipe ww (secara fenotipe berwarna putih), dan induk betina mempunyai genotipe RR (secara fenotipe berwarna merah). Keturunan pertama (tingkat 2 pada gambar) merupakan persilangan dari genotipe induk jantan dan induk betinanya, sehingga membentuk 4 individu baru (semuanya bergenotipe wR). Selanjutnya, persilangan/perkawinan dari keturuan pertama ini akan membentuk indidividu pada keturunan berikutnya (tingkat 3 pada gambar) dengan gamet R dan w pada sisi kiri (induk jantan tingkat 2) dan gamet R dan w pada baris atas (induk betina tingkat 2). Kombinasi gamet-gamet ini akan membentuk 4 kemungkinan individu seperti nampak pada papan catur pada tingkat 3 dengan genotipe: RR, Rw, Rw, dan ww. Jadi pada tingkat 3 ini perbandingan genotipe RR , (berwarna merah) Rw (juga berwarna merah) dan ww (berwarna putih) adalah 1:2:1. Secara fenotipe perbandingan individu merah dan individu putih adalah 3:1.
    Kalau contoh pada gambar 1 merupakan kombinasi dari induk dengan satu sifat dominan (berupa warna), maka contoh ke-2 menggambarkan induk-induk dengan 2 macam sifat dominan: bentuk buntut dan warna kulit. Persilangan dari induk dengan satu sifat dominan disebut monohibrid, sedang persilangan dari induk-induk dengan dua sifat dominan dikenal sebagai dihibrid, dan seterusnya.
Perbandingan antara B (warna coklat), b (warna putih), S (buntut pendek), dan s (buntut panjang) pada generasi F2
       Pada gambar diatas, sifat dominannya adalah bentuk buntut (pendek dengan genotipe SS dan panjang dengan genotipe ss) serta warna kulit (putih dengan genotipe bb dan coklat dengan genotipe BB). Gamet induk jantan yang terbentuk adalah Sb dan Sb, sementara gamet induk betinanya adalah sB dan sB (nampak pada huruf di bawah kotak). Kombinasi gamet ini akan membentuk 4 individu pada tingkat F1 dengan genotipe SsBb (semua sama). Jika keturunan F1 ini kemudian dikawinkan lagi, maka akan membentuk individu keturunan F2. Gamet F1nya nampak pada sisi kiri dan baris atas pada papan catur. Hasil individu yang terbentuk pada tingkat F2 mempunyai 16 macam kemungkinan dengan 2 bentuk buntut: pendek (jika genotipenya SS atau Ss) dan panjang (jika genotipenya ss); dan 2 macam warna kulit: coklat (jika genotipenya BB atau Bb) dan putih (jika genotipenya bb). Perbandingan hasil warna coklat:putih adalah 12:4, sedang perbandingan hasil bentuk buntut pendek:panjang adalah 12:4. Perbandingan detail mengenai genotipe SSBB:SSBb:SsBB:SsBb: SSbb:Ssbb:ssBB:ssBb: ssbb adalah 1:2:2:4: 1:2:1:2: 1.
        
      Hukum Mendel 2 ini dapat dijelaskan melalui oersilangan dihibrida, yaitu persilangan dengan dua sifat beda, dengan dua alel berbeda. Misalnya, bentuk biji (bulat+keriput) dan warna biji (kuning+hijau). Pada persilangan antara tanaman biji bulat warna kuning dengan biji keriput warna hijau diperoleh keturunan biji bulat warna kuning. Karena setiap gen dapat berpasangan secara bebas maka hasil persilangan antara F1 diperoleh tanaman bulat kuning, keriput kuning, bulat hijau dan keriput hijau.
        Hukum Memdel 2 ini hanya berlaku untuk gen yang letaknya berjauhan. Jika kedua gen itu letaknya berdekatan hukum ini tidak berlaku. Hukum Mendel 2 ini juga tidak berlaku untuk persilangan monohibrid.
        Perhatikan analisis papan catur di bawah ini tentang persilangan buncis dengan dua sifat beda (dihibrida). Buncis biji bulat warna kuning disilangkan dengan biji keriput warna hijau. Keturunan pertama semuanya berbiji bulat warna kuning. Artinya, sifat bulat dominan terhadap sifat keriput dan kuning dominan terhadap warna hijau. Persilangan antar F1 mengasilkan keturunan kedua (F2) sebagai berikut: 315 tanaman bulat kuning, 101 tanaman keriput kuning, 108 tanaman bulat hijau dan 32 keriput hijau. Jika diperhatikan, perbandingan antara tanaman bulat kuning : keriput kuning : bulat hijau : keriput hijau adalah mendekati 9:3:3:1.

P : BBKK (bulat, kuning) X bbkk (keriput, hijau)
F1 : BbKk (bulat, kuning)
F1XF1 : BbKk (bulat, kuning) X BbKk (bulat, kuning)
Gamet : BK, Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk

Gamet-gamet ini dapat berpasangan secara bebas (Hukum Mendel 2) sehingga F2 dapat digambarkan sebagai berikut:
Gamet
BK
Bk
bK
bk
BK
BBKK
1
BBKk
2
BbKK
3
BbKk
4
Bk
BBKk
5
BBkk
6
BbKk
7
Bbkk
8
bK
BbKK
9
BbKk
10
bbKK
11
bbKk
12
bk
BbKk
13
Bbkk
14
bbKk
15
bbkk
16

Keterangan:
bulat kuning 1,2,3,4,5,7,9,10,13
keriput kuning 11,12,15
bulat hijau 6,8,14
keriput hijau 16


Tanaman bulat kuning jumlah 9.
Tanaman bulat hijau jumlah 3.
Tanaman keriput kuning jumlah 3.
Tanaman keriput hijau pada jumlah 1.
Jadi, perbandingan homozigot terdapat pada kotak nomor 1,6,11 dan 16 sedangkan lainnya heterozigot.
Bastar konstan atau individu baru terdapat pada kotak nomor 6 dan 11. Bastar konstan adalah keturunan homozigot yang memiliki sifat baru (berbeda dengan kedua induknya), sehingga dalam persilangan antar sesamanya tidak memisah, konstan.

Penurunan Sifat pada Manusia

     Sifat manusia diturunkan kepada keturunannya dengan mengikuti pola pewarisan tertentu. Pola pewarisan ini dapat dipelajari dengan menggunakan peta silsilah keluarga.
1. Cacat dan Penyakit Menurun
     Penyakit-penyakit menurun yang terdapat pada manusia, yaitu hemofili, kebotakan, dan buta warna. Penyakit tersebut tidak menular dan menurun. Dalam keadaan homozigot, penyakit menurun baru muncul karena penyakit menurun bersifat resesif.
a. Albino
     Orang albino adalah orang dengan ciri-ciri memiliki mata, bulu mata, dan kulit berwarna putih. Hal ini terjadi karena penderita albino tidak memiliki pigmen warna melanin. Pigmen melanin dihasilkan oleh enzim pembentuk melanin. Sedangkan, orang albino tidak dapat menghasilkan enzim melanin. Enzim melanin diproduksi berdasarkan perintah gen melanin. Jadi, penderita albino, gen melaninnya tidak dapat memerintah untuk memproduksi enzim. Gen albino tidak terletak pada kromosom kelamin, melainkan pada autosom. Oleh karena itu, penderita albino dapat berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
b. Buta Warna
     Penderita buta warna tidak dapat melihat warna tertentu karena tidak dapat menangkap panjang gelombang cahaya tertentu. Buta warna terdiri dari bermacam-macam tipe, yaitu:
1) buta warna biru – hijau
2) buta warna biru – merah
3) buta warna merah – hijau (paling umum)
   Penyakit ini diturunkan secara resesif pada kromosom X nonhomolog (kromosom X yang tidak memiliki pasangan gen di kromosom Y). Penyakit ini jarang diderita oleh wanita. Wanita pembawa mewariskan cacat tersebut kepada anak laki-lakinya.
c. Gangguan Mental
    Gangguan mental disebabkan karena gangguan saraf. Penyakit ini disebabkan kadar asam fenil piruvat dalam darah terlalu tinggi. Kelainan mental ini dikendalikan oleh gen yang mengatur pembentukan protein enzim. Penderita memiliki pasangan alel gen-gen relatif homozigot yang diwariskan oleh kedua orang tua heterozigot yang penampakannya normal.
d. Hemofilia
    Hemophilia merupakan kelainan dimana seseorang drahnya sulit membeku bila luka. Gen yang mengendalikan sifat ini adalah gen resesif dan terpaut pada kromosom X. dalam keadan Homozigot resesif gen ini bersifat lethal (Menimbulkan kematian). 
2. Pewarisan Golongan Darah pada Manusia
Ada tiga tipe golongan darah pada manusia, yaitu ABO, MN, dan rhesus.
a. Golongan Darah ABO
      Golongan darah manusia dalam sistem ABO ditentukan oleh ada tidaknya antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) dalam sel darah. Berikut ini adalah tabel kandungan aglutinin dan aglutinogen dalam masing-masing golongan darah.
   Gen penentu golongan darah terletak pada kromosom autosom dan diberi simbol I (Isohemaglutinogen) sehingga alel-alelnya disimbolkan IA menghasilkan antigen A, IB menghasilkan antigen B, dan IO yang tidak menghasilkan antigen.
b. Golongan Darah MN
      Penggolongan darah MN didasarkan pada ada tidaknya antigen dalam sel darah merah seseorang. Apabila seseorang bergolongan darah M, sedangkan orang yang di dalam sel darah merahnya mengandung antigen N, maka orang tersebut bergolongan darah N. Jadi, orang yang bergolongan darah MN dalam sel darah merahnya mengandung antigen M dan N sehingga orang tersebut bergolongan darah MN. Menurut para ahli, golongan darah MN ditentukan oleh gen yang mengandung dua alel. Satu alel menentukan faktor M dan yang lainnya menentukan faktor N. Jadi, orang yang bergenotip MM akan bergolongan darah M. Golongan darah N mempunyai genotip NN, sedangkan golongan darah MN mempunyai genotip MN.
c. Golongan Darah Rhesus
      Golongan darah ini dipengaruhi oleh ada tidaknya faktor rhesus (antigen Rh) pada sel darah seseorang. Seseorang yang mengandung antigen Rh pada eritrositnya disebut Rh+ (rhesus positif). Sedangkan, yang tidak mempunyai antigen rhesus disebut Rh– (rhesus negatif).
     Seseorang yang mengandung antigen rhesus pada darah merahnya (Rh+) tidak dapat membentuk antibodi yang melawan antigen Rh–. Antibodi terhadap rhesus akan terbentuk pada orang yang bergolongan darah Rh–. Jadi, jika orang bergolongan darah Rh– diberi transfusi darah dari orang bergolongan darah Rh+, maka pada darah penerima tersebut akan membentuk antibodi yang melawan antigen rhesus.

Kriptomeri 

       Ketika bunga Linaria maroccana merah disilangkan dengan yang putih, semua keturunan pertamanya (F1) berwarna ungu. Hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak biasa karena warna ungu merupakan fenotipe baru. Dari hasil F1 sulit ditentukan genotipe yang dominan. Jika sesama F1 disilangkan dihasilkan keturunan kedua (F2) dengan perbandingan ungu:merah:putih=9:3:4, suatu perbandingan yang tidak biasa dalam hukum Mendel. Namun kita dapat menduga bahwa persilangan tersebut adalah dihibrida.

      Fenotipe ungu yang berjumlah 9 menunjukkan bahwa fenotipe ungu muncul karena adanya dua faktor dominan yang hadir bersama. Jadi, fenotipe ungu merupakan fenotipe tersembunyi yang akan muncul jika ada dua faktor dominan hadir bersama. Fenotipe putih berjumlah 4 menunjukkan bahwa fenotipe putih muncul karena adanya faktor dominan , sebab jika putih adalah resesif, perbandingannya pasti 1.

       Karena adanya faktor tersembunyi itulah maka peristiwa ini disebut sebagai kriptomerikriptos=tersembunyi. Penelitian terhadap sitoplasma sel menunjukkan bahwa:
Bunga merah memiliki sitoplasma sel yang bersifat asam, dan warna merah disebabkan karena pigmen antosianin.
Bunga putih memiliki sitoplasma sel yang bersifat basa tanpa antosianin.
Antosianin dominan terhadap tanpa antosianin, sedangkan basa dominan terhadap asam.
Pigmen antosianin di lingkungan sitoplasma sel yang asam menghasilkan warna merah, sedangkan di lingkungan sitoplasma sel yang basa, menghasilkan warna ungu.

       
Jadi, fenotipe tersembunyi (warna ungu) muncul apabila dua faktor dominan bertemu. Terbukti, jika antosianinhadir dalam sel yang basa, maka warna yaang muncul adalah ungu.

Par : AAbb X aaBB
Gamet : Ab aB
F1 : AaBb

F1XF1 : AaBb X AaBb
Gamet : (AB, Ab, aB, ab)
F2 :
Gamet
AB
Ab
aB
ab
AB
AABB
AABb
AaBB
AaBb
Ab
AABb
AAbb
AaBb
Aabb
aB
AaBB
AaBb
aaBB
aaBb
ab
AaBb
Aabb
aaBb
aabb


Fenotipe ungu = 9
Fenotipe merah = 3
Fenotipe putih = 4
Perbandingan 9:3:4
https://vatikanot.blogspot.com/2013/11/hukum-pewarisan-mendel.html
 

© 2011 world

Template By Nano Yulianto - Design Google Blogs - PageNav Abu Farhan