Mengenal Lebih Dekat Tentang T.O.R.C.H
Hingga saat ini penyakit dan kematian ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan yang penting di Indonesia; hal ini tentu saja terkait tidak hanya dengan isu kesehatan saja, tetapi juga dengan masalah-masalah sosial lainnya.Ibu hamil dengan kandungannya sangat rentan akan penyakit menular dan berbagai infeksi. Itu wajar terjadi karena ibu hamil termasuk dalam kelompok dengan kesehatan yang cukup rentan selain bayi, balita, ibu bersalin dan ibu menyusui. Di antara penyakit dan infeksi tersebut memang tidak secara langsung kelangsungan hidup sang ibu , namun justru sangat berpotensi untuk menimbulkan akibat yang fatal pada kandungan dengan dampak antara lain aborsi, pertumbuhan janin yang terhambat, cacat bawaan hingga bayi mati dalam kandungan. Oleh karena itu diharapkan ibu hamil diharapkan mendapatkan pelayanan pra-persalinan minimal sebanyak empat kali yaitu sekali pada triwulan pertama dan ke dua serta dua kali pada triwulan ke tiga. Pelayanan ini meliputi penimbangan berat badan, penimbangan tinggi badan, pemberian imunisasi toksoid tetanus (TT), pemberian tablet penambah zat besi dalam darah dan pengukuran rahim (fundus uteri).
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sebuah Poliklinik Kebidanan di Denpasar, dari 100 sampel yang diambil secara acak pada bulan Maret s/d Juli 1997 dengan umur ibu termuda 17 tahun dan yang tertua 40 tahun, seluruhnya pernah mengalami infeksi salah satu unsur TORCH dan seluruhnya (100%) tanpa gejala. Seluruh ibu hamil termasuk kategori kelompok ekonomi cukup/tidak lemah dan 75% mengaku melakukan kontak baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan kucing atau hewan peliharaan lainnya yang berbulu, 22% mengaku suka makan sayur mentah dan sangat sedikit (sekitar 1&) yang suka makan daging mentah atau setengah matang. Data ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius akan infeksi TORCH. Namun apakah yang dimaksud dengan TORCH?
TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex) adalah penyakit yang terdapat di dalam rahim (intrauterin) yang didapat pada masa kandungan lebih dari 28 minggu hingga 7 hari sebelum melahirkan atau dapat disebut juga perinatal. Penyakit infeksi ini sudah cukup lama dikenal dan sering dikaitkan dengan hal-hal diatas. Mari kita bahas satu persatu.
Infeksi Toxoplasma pada trimester pertama kehamilan dapat menjangkit sekitar 18% janin dengan akibat aborsi, kematian janin dalam kandungan dan cacat bawaan, resiko gangguan perkembangan susunan saraf, serta retardasi mental. Infeksi saat trimester kehamilan berikutnya dapat menyebabkan retinitis (radang pada retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan) dan hidrosefalus.
Infeksi Rubella (campak jerman) berdampak akan retardasi mental, katarak kejadian pertumbuhan bayi yang terhambat dan tuli.
Infeksi cytomegalovirus erat kaitannya dengan bobot lahir rendah, mengalami pengapuran pada sistem intrakranial, dan hepatosplenomegali (pembengkakan hati dan limfa).
Infeksi herpes simpleks memiliki dampak pembengkakan hati dan limfa (hepatosplenomegali), infeksi pada selaput meningen, pengecilan kepala dan peradangan pada lapisan tengah dinding jantung (miokarditis).
Untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil terdiagnosis TORCH dapat dilakukan dengan berbagai cara beberapa di antaranya adalah dengan pemeriksaan apakah terdapat kiste pada plasenta sang ibu, melakukan inokulasi serta isolasi, dengan menggunakan metode pemeriksaan menggunakan cairan amnion, reaksi berantai polimerasi hingga ke kultur jaringan. Cara yang umum digunakan dan mudah adalah pemeriksaan serologis yaitu pemeriksaan yang menggunakan serum. Infeksi TORCH hanya dapat dilakukan secara serologis dengan mengukur kadar antibodi Immunoglobin G (IgM) dan immunoglobin G (IgG). Terdapatnya IgM menunjukkan bahwa infeksi masih berada pada tahap awal dan tahap aktif sedangkan adanya IgG menunjukkan bahwa ibu hamil sudah memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut. Sayangnya pemeriksaan TORCH pada ibu hamil biayanya cenderung mahal. Itulah kendala yang dihadapi oleh ibu hamil dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu. Oleh sebab itu pemerintah hingga kini masih terus mengupayakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lalu bagaimana cara mencegah supaya orang-orang terdekat kita tidak terjangkit infeksi TORCH? Berikut tips-tipsnya:
-Masaklah daging hingga matang betul
-Gunakan sarung tangan baik saat memberi makan maupun membersihkan kotoran hewan peliharaan anda dan jagalah agar tempat di sekeliling kita tidak tercemar kotoran hewan.
-Mintalah vaksin rubela.
-Jagalah kebersihan pada saat sanitasi
-Konsultasikan pada dokter anda jika anda hendak mendapatkan transfusi darah.
-Menjaga kebersihan perseorangan, menggunakan kondom dalam aktifitas seksual.
Banyak penyakit infeksi yang didapat pada masa perinatal yang dapat berakibat fatal bagi janin maupun bayi sehingga diperlukan tindakan yang tepat oleh wanita hamildan keluarga hingga pemerintah supaya kelangsungan hidup generasi mendatang dapat menjadi lebih baik.
0 komentar:
Posting Komentar